Archive for April, 2012

Dirjen Dikti Kemdikbud, Djoko Santoso:

Jurnal Ilmiah untuk Meningkatkan Kualitas Lulusan

Rabu, 11/04/2012 – 18:01

CIAMIS,(PRLM).-Publikasi penulisan jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, terutama dalam kemampuan penulisan ilmiah. Sementara itu, kewajiban penulisan jurnal ilmiah sebagai tanda kelulusan sarjana, diserahkan kepada pihak perguruan tinggi.

“Soal jurnal ilmiah apakah menjadi syarat kelulusan, kami serahkan kepada rektor perguruan tinggi,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemdikbud), Djoko Santoso di Universitas Galuh Ciamis, Rabu (11/4).

Ia menegaskan sebagai seorang sarjana tidak hanya mempunyai kemampuan ilmiah semata, akan tetapi juga harus memiliki keahlian serta menguasai tata cara penulisan ilmiah. “Kewajiban publikasi menjadi syarat untuk kelulusan, itu juga sepenuhnya ada pada pihak rektor,” ujarnya.

Berkenaan dengan penulisan jurnal ilmiah, ketika berbicara di hadapan mahasiswa, Djoko juga mengungkapkan saat ini penulisan jurnal ilmiah di Indonesia masih sangat rendah, jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia.

Padahal beberapa puluh tahun lalu, nerega tersebut berguru ke Indonesia, akan tetapi saat ini sudah mampu melampaui Indonesia. Jumlah publikasi ilmiahnya lebih banyak dibandingkan dengan Indonesia.

“Indonesia masih dalam keadaan tiarap terus, sementara Malaysia yang sekitar tahun 1960 an jauh di bawah Indonesia, justru terus naik jauh meninggalkan Indonesia. Jika membandingkan dengan negara maju, rentang perbedaannya semakin jauh,” katanya.

Publikasi jurnal ilmiah Indonesia saat ini hanya sekitar 13.000 atau sepertujuh dibandingkan dengan Malaysia. Sedangkan di Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya mencapai 5,3 juta karya ilmiah yang dipublikasikan.

Padahal jumlah mahasiswa Indonesia mencapai 5,3 juta orang, atau lebih banyak dibandingkan dengan seluruh penduduk Singapura atau Malaysia.

“Mengapa dibandingkan dengan Malaysia atau negara berkembang saja. sebab jika disandingkan dengan negara maju menjadi tidak terbandingkan. Jangankan dengan negara maju, sesama negara berkembang saja masih tertinggal. Keadaan tersebut merupakan tantangan sekaligus pemicu bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa lebih banyak dalam menulis serta mempublikasikan karya ilmiah,” tambahnya.

Djoko mengatakan bahwa persoalan penting yang harus diperhatikan adalah tidak sekadar jurnal ilmniah, akan tetapi juga harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan demikian karya ilmiah yang dipublikasikan harus berkualitas. “Jangan hanya jurnal-jurnalan, tetapi harus dibuat sesuai dengan kaidah ilmiah.Seorang sarjana dituntut bisa menulis ilmiah,” katanya.

Berkenaan dengan infrastruktur untuk publikasi, dia mengatakan bahwa masasiswa tidak perlu khawatir dengan media publikasi. Sebab Kementerian Pendidikan sudah memersiapkan perlengkapan.

“JIka servernya masih kurang gede (besar) akan kami kembangkan hingga lebih dari 20 terabyte. Apabila tetap masih tidak memadai, masih bisa terus dikembangkan. Untuk publikasi ilmiah tersebut juga tidak perlu membayar, gratis. Yang penting tidak hanya mengembangkan budaya membaca, akan tetapi juga menulis,” jelas Djoko.(A-101/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/184148

Kecolongan publikasi

Posted: April 9, 2012 in Uncategorized

Senin, 8 April 2012 8.35 wib

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecolongan publikasi yang merugikan peneliti Indonesia telah terjadi beberapa kali. Publikasi hasil kerjasama riset dengan asing sering tidak mencantumkan nama peneliti Indonesia sebagai author ataupun co-author.

Terakhir, “kecolongan” publikasi terjadi pada temuan spesies dan genus tawon baru, Megalara garuda. Publikasi hasil kerjasama riset antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of California, Davis tersebut tak mencantumkan nama peneliti LIPI. (more…)

Universitas Negeri Semarang (Unnes) siap berbagi server dengan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta (PTN-PTS) se-Jawa Tengah.

“Ini untuk memberi kemudahan bagi yang terkendala server dalam menampung dan mempublikasikan karya ilmiah, terkait dengan pelaksanaan kebijakan Dirjen Dikti melalui surat edaran nomor 152/E/T/2012 sebagai syarat kelulusan mahasiswa,” kata Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo, saat memberi sambutan pada pertemuan pemimpin perguruan tinggi bidang kemahasiswaan PTN-PTS se-Jawa Tengah, di gedung IT kampus Sekaran, Senin (26/3).

“Silakan gunakan server Unnes ini dengan gratis dan tidak dibatasi berapa pun penggunaan kapasitas penyimpanannya, karena apapun yang dimiliki Unnes pada hakikatnya adalah milik negara. Mari kita gunakan bersama,”  ajak Prof Sudijono.

Dia juga mengemukakan, dalam pelaksanaannya nanti, PTN-PTS bisa bergabung secara bersama-sama dengan Unnes atau membuat sendiri sehingga bisa membuat memanajemen jurnal di kampus masing-masing, namun servernya tetap di universitas konservasi.

Unnes saat ini sudah memiliki 37 jurnal ilmiah online yang dikelola oleh Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) Unnes. “Dalam waktu dekat akan menyusul 80 buah  jurnal ilmiah lagi, jadi jumlah nantinya menjadi 117 buah. Masing-masing jurnal itu manajemennya diserahkan secara penuh kepada program studi yang ada di Unnes,” kata Prof Sudijono.

Kepala BPTIK Sugiyanto mengatakan, Unnes saat ini memiliki server utama 93 digunakan untuk data base dan 87 server aplikasi dengan kapasitas menyimpan data (storage) 56 terabyte sehingga dapat menyimpan 18 juta artikel atau 180.000 jurnal ilmiah.

sumber : http://unnes.ac.id/berita/unnes-berbagi-server-ke-ptnpts/

Surat Edaran Dikti No 152/E/T/2012 Tanggal 27 Januari 2012

Klik di sini

SE Dirjen Dikti 2050/E/T/2011 Tanggal 30 Desember 2011

Dalam rangka mentaati amanah peraturan perundangan yang berlaku yaitu : Permendiknas No 17 Tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di Perguruan Tinggi, Permendiknas No 22 Tahun 2011 tentang terbitan berkala ilmiah, Perdirjen No 29/DIKTI/KEP/2011 tentang pedoman akreditasi berkala ilmiah, serta dalam rangka menegakan komitmen untuk membangun karakter dan meningkatkan kualitas dosen

KLIK di sini

Info lengkap klik di sini http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/14/09122212/UI.Siapkan.Jurnal.Online.untuk.Publikasi.Skripsi